RSS

Pages

Salam perkenalan

Apa yang akan kalian jawab ketika seseorang bertanya "Who are you?". kebanyakan pasti akan menjawab namanya sendiri, pekerjaan atau status bahkan mungkin nama sekolah sampai orang tua ikut masuk diantaranya. Demikianlah cara kita memperkenalkan diri.
   
Kali ini aku juga akan memperkenalkan diriku, dari pekenalan paling awal... kelahiranku. Kenapa bukan namaku tapi kelahiranku? soalnya namaku baru diberikan setelah aku lahir dengan cara yang seenaknya, bapkku,,, bapak... bapak... T_T,,,, hikshiks... nama indahku ini diperoleh dengan cara yang membuatku nggak bisa makan 3 hari setelah tahu sejarahnya... *luka lama kembali terbuka*

Lupakan masalah nama, ini cerita yang ku postingkan di FB, my real (crazy) story..


***
“DUKK!! OEEE!!!” Suara yang mengejutkan di lanjutkan dengan tangisan bayi yang super keras itu terjadi pada suatu sore di bulan ramadhan tahun 1406 Hijriyah.

Kata bapak, suara tangiskulah yang paling keras dan lantang di antara 3 bersaudara. Entah karena aku satu-satunya anak perempuan super manis imoet and cute(wek!), satu-satunya yang lahir di Sintang atau justru karena hanya aku yang kelahirannya di bantu dukun beranak.

Alasannya baru ku ketahui ramadhan ini.

Sintang dari dulu kala adalah kota bersih, udaranya bersih, jalanannya bersih, sungainya bersih dan dompet bapakpunsinkron dengan keadaan Sintang ikutan bersih (alias bokek he..he..he).

Singkat cerita, kelahiranku pun tiba. Berkat aksi ala ‘crazy taxi’ (padahal oplet doank), ibupun berhasil nyampai dengan selamat sentosa ke rumah dukun beranak paling TOP se-Sintang. Dukun beranak ini udah dapat lisensi, terpercaya 100%, pengalaman lebih dari 40 tahun.(Promosi euy!). Di rumah kayu dengan atap anyaman daun rumbia itu, ibuku akan mengeluarkan pemberontak kecil dari dalam rahimnya.

Bapak menunggu di teras, mondar-mandir, komat-kamit baca doa dan tangannya yang berkeringat berkali-kali di lap dengan ujung kemeja. Padahal ini kelahiran anak kedua, tapi tingkahnya, raut wajah cemasnya, seperti menanti anak pertama. BTW… aku masih penasaran, doa apa yang dibaca bapak ya?

Lalu bagaimana dengan aku?

Aku, dalam perut ibuku, memberontak. Aku ingin cepat-cepat keluar. Aku bosan terus-terusan kelelep air ketuban selama 9 bulan lebih. I want go out!

Kemudian terjadilah hal yang sama sekali tak terduga.

“Syuuut” karena kelewat bersemangat, aku meluncur (beneran ngeluncur kaya skating), keluar dari rahim ibuku, untuk pertama kalinya melihat dunia (well, sebenarnya waktu itu mataku belum kebuka sih). Dengan air ketuban sebagai papan luncur di atas dipan kayu,aku meluncur begitu mulus dan…

“DUK!!” kepalaku membentur dinding.

“OEEE!OEEE!!” (terjemahan: Adau! Sakit! Sakit banget). Kenapa hal yang pertama kudapatkan di dunia ini justru kejedut sih?! Karena marah, kesal dan tentu saja kesakitan, aku menangis sekuat-kuatnya. SAAKKIIIIITTT!

“Waktu itu kepalamu peyang lho! Cerita bapak sambil tertawa dan mengelus kepalaku sayang. (Anak tersayang kepalanya peyang… Hiks..Hiks)

Yah, setidaknya kini aku tahu kenapa tangisku yang paling keras.

Ps: teruntuk adikku,soni yang sudah membuatkan blog ini untukku dan memposting artikel dari antah berantah and to V3 for make this story w me. Thank you so much

1 komentar:

Fitri mengatakan...

ini lageee??

Posting Komentar