RSS

Pages

MELATI : Klasifikasi, Jenis & Manfaat

MELATI
Klasifikasi, Jenis & Manfaat
(Teruntuk perdu melati di depan rumahku)

Bunga melati putih (Jasminum sambac Air.)
Didepan rumahku, ada satu petak perdu melati berwarna putih nan mungil. Melati ini juga lumayan terkenal di gang karena tiap malam jum'at bikin merinding orang-orang yang lewat  Bukan karena ada setannya lho, tapi karena wanginya pada saat mekar memang bisa menembus masuk rumah. Lumayan,hitung-hitung pewangi rumah gratis. $_$

Melati yang asal muasal hanya main tancap ke tanah saja saat ditanam kini telah beranak cucu hingga membentuk koloni perdu yang mengancam kedudukan pohon melinjo di sebelahnya. Nah, suatu ketika, muncullah pertanyaan di kepala gadis yang umurnya hanya beda 10 tahun dengan perdu itu -aku- siapa sih nenek moyangnya?

Sejarah&Budaya

Jenis melati yang ditanam di rumahku adalah jenis Jasminum sambac yang jadi bunga Nasional Indonesia alias puspa bangsa Indonesia. (Hmm.. mungkin namaku dicaplok dari sini).  Bunga melati nan harum ini sendiri melambangkan kemurnian dan kesucian. Makanya jangan heran kalau di rambut para pengantin perempuan Indonesia yang bertengger manis adalah bunga melati bukan mawar, teratai, bakung apalagi raflesia. (Ya iyalah!!)


Di Indonesia, melati dikenal dengan berbagai nama. Ini dia listnya : Menuh (Bali), Meulu cut atau Meulu China (Aceh), Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru (Menado), Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor), Melati Salam (UMI), Malete (Madura) serta Beruq-beruq(Mandar) juga aTih (Aku yang masih balita ^_^ ;;).

Tapi tentu saja melati bukan hanya monopoli Indonesia. Di Italia ada melati casablanca (Jasminum officinalle) yang disebut Spanish Jasmine dan di jadikan parfum.Ada pula melati J. parkeri yang ditemuan di kawasan India Barat Laut yang kemudian diboyong ke Inggris pada tahun 1923. Kenapa bunga entitas India ini malah di boyong ke Inggris? Ayo buka buku sejarah SDnya lagi! India pada masa itu masih daerah persemakmuran (baca: jajahan) Inggris. Sama seperti Indonesia yang masih dijajah Belanda. T_T. Nasib dijajah, sampai bunganya juga dicolong.

Ini nih White butterfly jasmine dr Cuba
Indonesia juga bukan satu-satunya negara yang menjadikan melati sebagai bunga nasionalnya lho. Negara lain yang memakai melati sebagaipuspa bangsa antara lain:: 

  • Cuba dengan white butterfly jasmine-nya yang cuma ada di Cuba, 
  • Paraguay dengan Jasmine of paraguay (yang sama aja kaya' melati Indonesia) dan 
  • Syria dengan Jasmine errr... yah dengan Jasmine (cuma melati, ngga ada species khususnya-setidaknya begitu yang kubaca),
Nah berhubung banyak banyak negara lain memakai bunga Melati, Indonesia tentu saja tampil beda dengan menambah 2 jenis bunga lain untuk sebagai bunga nasional selain melati (Jasminum sambac) yaitu Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) dan bunga terbesar&terbau di dunia Raflesia (Raflesia arnoldi). Jadilah Indonesia menjadi negara dengan 3 bunga nasional! BRAVO!!
 


Klasifikasi & Species


Sudah dapat dipastikan melati berada di Kingdom Plantae, karena tumbuhan. Untuk selanjutnya dapat di lihat di buku biologi SMP& SMA. Tapi karena bongkar buku itu ribet, aku copy-paste saja dari Wikipedia.com :


Contoh yag dipakai adalah bunga melati putih

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Lamiales
Famili: Oleaceae
Genus: Jasminum


Species melati sendiri lebih dari 200 namun yang telah dibudidayakan tidak sampai 1%nya! Ckckck... ada yang berniat membudidayakan sisanya?  Beberapa species., jenis, varietas dan ciri-ciri penting (karakteristik) tanaman melati adalah sebagai berikut:
Adapun jenis dan varietes Melati yang ada di Pulau Jawa antara lain:


Mau tahu lebih lanjut tentang masing-masing species tersebut? tinggal klik saja langsung di nama latinnya ya~


 
Manfaat


Tentu saja manfaat melati yang utama di Indonesia adalah untuk acara nabur di kuburan!! Makanya wangi melati identik dengan kematian dan hal-hal mistik. Bunga melati yang wanginya menyengat juga sering di perkosa kemurniannya dengan dijadikan bahan utama dalam praktek perdukunan. Bunganya yang masih kuncup dirangkai jadi hiasan rambut yang cantik dan wangi. Melati dirumahku berfungsi sebagai pengharum halaman dan fungsi spesial nakut-nakutin orang yang lewat depan rumah saat malam jum'at (lol).

Melati juga populer sebagai bahan tambahan untuk teh, teh melati. Salah satu contohnya adalah teh cap botol yang sudah di minum keluargaku selama 2 generasi  Walau aku jauh lebih suka teh bunga krisan yang dipakai dalam Liang teh.
teh seduh 2 generasi, murah-meriah


Tapi tahukah kalian selain manfaat di atas yang sudah sering kita ketahui, ternyata manfaat melati itu buanyak buanget!!
Ini dia beberapa fungsi melati hasil mengutip dari anneahira.com:


Menghentikan ASI yang keluar berlebihan
Caranya, ambil satu genggam daun melati, tumbuk halus, kemudian tempelkan di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.

Sakit mata
Penyakit mata yang ringan seperti mata merah atau belek karena iritasi, bisa diatasi dengan segenggam daun melati. Caranya, ambil satu genggam daun melati, tumbuk halus, kemudian tempelkan pada dahi. Bila sudah mengering ganti dengan yang baru. Ulangi sampai sembuh. in cocok untuk orang yang takut dengan obat tetas mata... itu bukan aku lho.. bener.

Bengkak akibat serangan lebah
Caranya, ambil 1 genggam bunga melati, remas-remas sampai halus, kemudian tempelkan pada bagian yang tersengat lebah. Tapi berhubung bunga melati jarang ditemukan,lebih baik pakai balsem dulu.

Demam dan sakit kepala
Ambil 1 genggam daun melati dan 10 kuntum bunga melati. Campur semua bahan, remas-remas dengan tangan, kemudian direndam dengan air dalam rantang. Cara menggunakannya, air rendaman ini digunakan untuk kompres dahi.

Demam berdarah.
Rebus 7 lembar daun melati dan 1,25 gram belimbing dalam 250 ml air hingga menjadi 1 gelas air saja. Setelah dingin, saring dan minumkan pada penderita demam berdarah. Lakukan 3 hari berturut-turut dengan dosis 8 gelas per hari. Perlu diingat ini bukan untuk pengobatan sampai sembuh tapi membantu proses penyembuhan. Untuk pengobatan TETEP harus di bawa ke rumah sakit.



Dan kesimpulannya

Bunga melati asal tancap lalu tumbuh di depan rumahku itu ternyata luar biasa!

Bunga melati bisa dimakan digunakan untuk berbagai hal. dan sejarahnya juga panjang, jauh lebih panjang dari manusia terpanjang di dunia. Dan tentu saja sebenarnya melati bukanlah penanda adanya dedmit alias setan. Itu adalah paradigma yang tercipta saking seringnya melati digunakan untuk nyekar dan memandikan mayat

Jadi buat kalian yang kebetulan lewat depan rumah seseorang dan mencium aroma melati, jangan langsung lari terbirit-birit ya... karena bisa jadi itu adalah aroma mewangi yang disebarkan oleh perdu melati yang ditanam sebagai penghias halaman. Sang puspa bangsa yang menjagakemurnian dan kesucian seperti warnanya yang akan terus putih sepanjang masa.

2puspa, 23 ,maret 2011

Tips Shalat khusyu'

Belakangan ini diriku sulit sekali untuk khusyu', sholat udah kayak ayam cari makan, gak pake jiwa sama sekali, otak kemana-mana dan luar biasa cepat. jadi Jadi saat jalan-jalan sama mbah google, diriku nemu artikel ini. gabungan arikel dari beberapa penulis digado-gadoin.
Semoga bermanfaat ....&....Selamat membaca

>o<

Ditulis oleh Dewan Asatidz
  
Hudzaifah pernah berkata: Apa yang pertama hilang dari agama kalian adalah khusyu', dan apa yang paling akhir hilang dari agama kalian adalah sholat, banyak orang sholat tapi tidak ada kebaikan pada mereka, kalian nanti akan masuk masjid dan tidak ada lafi orang khusyu'" (al-Madarij 1/521).
Allah berfirman :
حَـٰفِظُواْ عَلَى ٱلصَّلَوَٲتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلۡوُسۡطَىٰ وَقُومُواْ لِلَّهِ قَـٰنِتِينَ.
Peliharalah segala shalat [mu], dan [peliharalah] shalat wusthaa [1]. Berdirilah karena Allah [dalam shalatmu] dengan khusyu’. (al-Baqarah: 238)
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ (45)
Dan mintalah pertolongan [kepada Allah] dengan sabar dan [mengerjakan] shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (al-Baqarah: 45)
Khusyu' merupakan kekuatan sholat. Tanpa khusyu' sholat seakan tidak mempunyai makna bagi pelakunya, karena sholat hanya berupa aktifitas fisik yang rutin, tanpa kenikmatan dan tanpa rasa hidmat di dalamnya.
Menghancurkan dan merusak kekhusyu'an dalam sholat adalah salah satu misi syetan di dunia ini. Firman Allah dalam menceritakan misi syetan tersebut:
ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ (17)
Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur [ta’at]. (al-A'raaf: 17)
Rasulullah s.a.w. bersabda
قال النبي صلى الله عليه وسلم ( أول شيء يرفع من هذه الأمة الخشوع ، حتى لا ترى فيها خاشعا .)
Yang pertama akan hilang ari umatku adalah khusyu', hingga kalian tidak lagi melihat orang khusyu'. (H.R. Tabrani. Sahih)
Hudzaifah pernah berkata: Apa yang pertama hilang dari agama kalian adalah khusyu', dan apa yang paling akhir hilang dari agama kalian adalah sholat, banyak orang sholat tapi tidak ada kebaikan pada mereka, kalian nanti akan masuk masjid dan tidak ada lafi orang khusyu'" (al-Madarij 1/521).
Maka khsyu' ini juga merupakan salah satu sifat orang beriman. Allah berfirman:
{ قد أفلح المؤمنون الذين هم في صلاتهم خاشعون }
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (1) [yaitu] orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.
Ibnu Katsir mengatakan: khusyu' adalah tidak bergerak, tenang, penuh tawadlu' karena disebabkan takut kepada Allah dan perasaan diawasi Allah. Khusyu' adalah sadarnya hati seakan berdiri di depat Allah dengan penuh penghormatan, pengabdian. (al-Madarij 1/520).
Tempat khusyu' adalah di dalam hari dan membekas ke seluruh tubuh manusia. Kalau hati sudah tidak khusyu' maka seluruh anggota tubuh tidak lagi beribadah secara serius karena hati ibarat komandonya dan anggota badan adalah tentaranya.
Khusyu' juga menjadi bukti keikhlasan.  Karena hanya mereka yang ikhlash ibadah karena Allah dan sholat karenaNya yang dapat melakukan khusyu' secara sempurna. Tanpa keikhlasan, maka seseorang hanya melakukan kekhusyu'an palsu atau yang sering disebut kekhusyu'an dusta.
Ibnu Qayyim mengatakan ada dua jenis khusyu', yaitu khusyu' iman dan khusyu' munafik. khusyu' Iman adalah hatinya menghadap Allah dengan penghormatan, pengagungan, ketenangan, penuh harapan dan rasa malu, lalu hatinya penuh dengan cinta dan pengakuan kepada Allah yang membekas ke seluruh anggota badannya.
Adapun khusyu' munafik adalah fisiknya khusyu' tapi hatinya tidak. Para sahabat sering berdoa: Ya Allah lindungilah aku dari khusyu' munafik. (Ruh 314).
Ulama mengatakan bahwa hukum khusyu' adalah wajib, karena banyaknya dalil yang menganjurkan khusyu' dan mencela orang yang tidak khusyu' dalam sholat.
Rasulullah s.a.w. bersabda:"Lima sholat yang diwajibkan oleh Allah, barang siapa memperbaiki wudlunya dan melaksanakan sholat pada waktunya, menyempurnakan ruku'nya dan kekhusyu'annya, maka ia mendapatkan janji Allah untuk mengampuninya. Barang siapa tidak melakukan itu, maka ia tidak mendapatkan janji Allah, kalau Allah berkehendak maka Mengampuninya, kalau Allah berkehendak maka akan menyiksanya." (H.R. Abu Dawud – sahih)
Dalam hadist lain Rasulullah s.a.w. bersabda:"Barang siapa berwudlu dan memperbaiki wudlunya kemudaian ia sholat dua rakaat, ia konsentrasikan hati dan wajahnya (dan tidak diganggu oleh nafsunya), maka ia akan diampuni dosanya yang telah telah lewat. (H.R. Bukhari).
Rasulullah s.a.w. juga pernah bersabda:"Banyak sekali orang yang sholat hanya mendapatkan capek berdiri" (H.R. Nasai: hasan).
Tip menghadirkan khusyu dalam sholat
Menghadirkan khusyu' dalam sholat dalam dilakukan melalui dua cara. Pertama: mengupayakan amalan-amalan yang merangsang kekhusyu'an dan kedua: menghilangkan hal-hal yang merusak kekhusyu'an.
Adapun amalan-amalan yang mengantarkan kepada kekhusyu'an adalah sbb:

kontradiksi


Aku bisa berdiri teguh di tengah ombak yang menghantam.
Tapi aku begitu rapuh menghadapi karang yang diam.
Aku mampu bertahan dalam istana pasir,
Tapi dari benteng batu aku terusir.
17012011

SENDIRI

Hari ini beruntun nasib buruk menghantamku...

Pertama di pagi hari saat aku pergi ke warnet untuk mendownload kamus, terjadi padam lampu dua kali...
Lalu sahabatku yang seharusnya ku kunjungi siang ini, fitri sakit. dari suaranya sepertinya demam kali ini lebih parah dari sebelumnya. Jadi terbayang fitri degan wajh lelahnya terkapar d lantai dengan wajahnya yang begitu mudah berubah warna menjadi merah. Aku ingin menjenguknya, tapi dia terlalu sakit untuk di jenguk. Setelah menelponnya, aku pulang ke rumah...

Hal yang paling aku tak sukai saat sampai di rumah adalah disambut kesunyian. aku sudah terbiasa dengan teriakan Masku dan radio non stopnya selama 24 jam. Walau aku pernah dibuat kesal selama setengah tahun mendengar radio Kenari dan lagu dangdutnya yang hanya berputar pada lagu, cecak rowo, lalu keong racun. Aku pernah sampai pada titik dimana aku ingin membom stasiun radio tak berdosa itu.

Tidak, kali ini aku tidak di sambut kesunyian, walau masku tersayang tidur nyenyak radio RRI Pro2 tetap menyiarkan berita siangnya. Aku duduk di depan komputerku sambil mendengarkan berita di radio dan saat itu aku mereview ulang yang kulakukan selama seminggu. Dan barulah aku sadar... selama satu minggu aku hanya berbicara dengan 2 orang diluar keluargaku dan dosenku.

Lalu aku melihat traffic blogku. sama saja... bahkan lebih buruk.

Apa yang sudah kulakukan selama ini? Berapa banyak teman baru yang kudapat? 0, nol, zero!! Aku tak mampu berkomunikasi dengan orang, itu yang aku sadari. dengan teman aku bisa terus berbicara, setidaknya saat SMA atau dengan teman sejak SMA. tapi belakangan aku sama sekali tidak bisa memulai sebuah pembicaraan. Aku selalu menghindar jika ada orang baru memulai pembicaraan. Apa aku sudah berubah jadi makhluk antisosial. apa aku sosial phobia?

Siang ini aku tak bisa menuliskan apapun ke dalam komputerku. Aku lelah bergulat dengan pemikiranku. Aku bergulat dengan kesendirianku.

Lalu mataku yang lelah menatap komputerseharian mendesakku untuk segera lelap. Ku pikir semua hal buruk akan lenyap begitu aku bangun. Tapi tidak, hal terburuk justru menantiku saat aku membuka mata...

Aku terbangun ketika matahari tak lagi menyengat karena teringat pesan mama untuk membeli tawas. Dengan nyawa yang belum terkumpul aku mengambil tasku dan mencari kunci yang seperti biasa nyelip entah dimana. Lalu terbersit perintah di otakku "Ah, aku harus menanyakan kabar fitri!"

Dan kabar buruk hari ini menghantamku...


Aku tak bsa menemukan Ha-Pe ku...
Ya, ini memang sudah biasa. Hapeku biasa bersembunyi entah dimana... Lalu aku meminjam Ha Pe Soni, adikku, untuk me miscall nomorku. Bukan kejadian yang langka. dan aku mendapatkan suara yang membuat darahku seketika berhenti mengalir.

Mail box....

Baterai HaPeku masih banyak, dan aku masih mengaktifkan Hapeku setelah menelpon Fitri... jadi...?

Aku tidak mengangis, aku tidak berteriak, aku juga tidak mematung berlama-lama. Dengan kunci motor di tangan aku kegarasi, menyalakan motor lalu pergi dan mencari tawas...

Satu warung, dua warung, tiga warung, sampai 5 warung dan satu toko kukunjungi tapi tak ada satupun  yang menjual tawas.Aku pulang dengan tangan kosong.

Lalu bagaimana dengan Hapeku???

Mungkin aku lari dari kenyataan... Tidak, bukan mungkin, tapi aku memang lari dari kenyataan. Kenyataan yang tidak mungkin kurahasiakan. Tapi aku sendiri. Kepada siapa aku harus berbagi?? Kurasa sebentar lagi aku jadi gila...

Kunyalakan komputer, ku connectkan modem 3 yang sedianya punya adikku lalu kutuliskan cerita ini.

Jumat, 17 maret 2011

Betrayed


“Kamu ngga akan pernah mengerti”
BETRAYED

“Jauhi dia!” ucapku, entah untuk ke berapa puluh kalinya pada Rika. Gadis berparas Ayu dan berbibir tipis itu menekuk wajahnya.

“Tapi aku masih sayang sama dia… lagian aku ‘jalan’nya Cuma pas ndak ada Andi kok” matanyan menerawang, membayangkan wajah Andi, pacarnya dari SMA.

Aku menyipitkan mata, menatap matanya dalam-dalam. Dia mulai gelisah. “Sudahlah na, kamu ndak bakal ngerti” dia memalingkan wajahnya.

Aku baru saja akan membalas ucapannya ketika bel masuk kelas berbunyi. Rika mengambil tas lalu bergegas menuju kelas. Sementara aku hanya duduk di meja bundar dengan dibanjiri tatapan simpati dari teman-teman sesama guru PPL.

Disinilah aku sekarang. Terjebak dalam sebuah sekolah, magang sebagai guru PPL bersama 11 orang lainnya. Mengajar kelas IPS yang luar biasa bandelnya, jadi stress, dan bersusah payah pada masalah orang lain. Masalah Rina Septiana.

Kalian jangan salah paham, aku bukan pacar Rina. Karena aku sendiri perempuan, namaku Nana. Lebih tepatnya orang-orang memanggilku nana walau dalam akte kelahiranku tak ada tertulis Nana. Dan aku bukanlah sahabat karib Rina. Sama sekali bukan. Kami hanya teman sekelas yang kebetulan terperangkap sebagai Guru PPL Matematika di  SMA 17.
Lalu kenapa aku ikut campur dalam urusannya?

Karena aku benci penghianatan.

Aku sangat membenci penghianatan.

Dan aku tahu Rina bukanlah orang jahat yang sedemikian mudahnya menyakiti hati orang dengan sengaja. Dan dia menganggap ‘jalan’ dengan seorang senior sementara pacarnya bekerja di luar kota adalah hal yang biasa. Bukan kejahatan.

“Selama Andi ndak tahu, ndak masalah kan? Lagipula dia kan PNS di kota lain. Aku Cuma bisa ketemu 2 kali sebulan. Ndak salah kan kalau disini jalan sama cowok lain?” ucap Rina kemarin ketika kami makan di kantin sekolah yang lenggang.

“Tapi dia tahu! Dia sudah curiga. Dan dia itu berniat serius dengan kamu. Kita ini bukan remaja lagi yang pacaran hanya untuk mengisi waktu luang” ucapku ketus. “Kalau begitu tak apa kan kalau Andi jalan bareng cewek lain selama kau ngga tahu?”

Dwi terbelalak lalu tertawa. “Ngga mungkin lah! Aku kenal Andi udah hampir 5 tahun. Dia itu tipe yang hanya bisa berhubungan dengan 1 cewek. Mukanya itu jujur banget, kalau macam-macam pasti ketahuan. Lagipula ibunya pasti ngadu ke ibuku kalau ada apa-apa”

Aku memperhatikan Rina yang tertawa. Dia anak yang baik, sungguh. Pejuang keras yang berbakti pada orang tua. Dan dia membuatku berdecak kagum dengan prestasinya di kampus. Sebagai teman, dia hampir sempurna (kecuali sifat GR, pelupa dan ketidak konsistenannya). Tapi ketika masalah hati dan cinta memuncak…

“Lalu kenapa kau menghianati Andi?” tanyaku, membuat tawanya berhenti seketika.

“Aku ndak menghianatinya” Rina meneguk tehnya dan balas menatapku. “Kamu ndak akan ngerti Na”
Ya, kata-kata itu pasti akan membuat pembicaraan kami berakhir.

Memang… aku tidak mengerti. Sebagaimana dia tidak mengerti rasanya dikhianati.

Entah berapa puluh alasan dia lontarkan untuk kebersamaannya dengan sang senior. Tidak ada kendaraaan, sementara aku yang rumahnya searah tak pernah keberatan memberi tumpangan. Menginstal komputer. Yah, instal sampai lebih dari 2 bulan, walau 100 meter dari rumahnya ada servis komputer. Dan berbagai alasan lain.

Memang beberapa diantaranya tak terbantahkan dan 7 kali lipatnya hanya bagai alasan angin lalu tak berarti.
Alasan, Alasan, Alasan. Hanya itu yang bisa di lontarkan oleh mereka yang melakukan kejahatan. Mereka yang melakukan penghianatan.

Berkebalikan dengan cinta dan kebaikan yang sama sekali tidak butuh alasan.

“TENG TENG” bel pergantian pelajaran. Aku bangkit dari kursiku dengan malas dan melangkah keluar ruang BP yang kini diubah jadi ruang guru PPL.

“Nana…” aku menoleh dan mendapati Rida yang memanggil namaku. Wajahnya yang putih dengan kerudung pink memberikan senyum kepadaku. “Semangat!”

Aku membalas senyumnya lalu mengacungkan tinju ke udara. “GANBATTE YO!!”

Yah, mungkin sudah saatnya aku meninggalkan masa lalu.

Walau aku tahu tak semudah itu menghilangkan luka penghianatan. Sebagaimana sulit bagiku memaafkan dia yang sudah berlutut dan memintaku untuk kembali.

HP ku bergetar. Aku melihat di LCD-nya. “MaNtAn” aku mengangkat telponnya dan mengatakan yang sudah seharusnya kukatakan dari dulu. “BYE BYE”

“Aku memang tidak mengerti. Dan aku tidak ingin mengerti, bila mengerti itu berarti menghianati.”

September 2007
a/n: ditemukan secara tidak sengaja di buku catatan, sketsa cerita setengah jadi yang ngga jelas banget. Inspired by true story

Angel


Semakin dekat, semakin terasa sakit…
A N G E L
Siang ini sama seperti saat itu, langit yang menaungi Pontianak tak berawan berwarna biru tua, menemani mentari dan sinar teriknya. Tak ada awan mendung apalagi kilat, tapi tubuhku menggigil, detak jantungku terasa bagai guntur dan terlihat ada air hujan dimataku.
Entah sudah berapa lama waktu berlalu, tapi perasaan itu masih melekat seperti parasit seolah itu adalah kejadian yang baru saja kualami, membuatku terus merasakan pedih tanpa henti.
“Dwi??!”
Aku menoleh dan mendapati seorang gadis dengan rambut panjang berwarna kepirangan melambai dari atas motornya. Aku menyiripkan mataku, berusaha untuk mengenali sosok yang kini parkir tepat disebrang pagar rumahku.
“Masa lupa sama aku sih?” gadis itu membuka helm standarnya dan terlihatlah mata yang mengingatkanku pada warna madu yang bersinar di bawah hujan cahaya.
Mulutku ternganga seperti orang bodoh selama beberapa detik sebelum akhirnya mengucapkan sebuah nama. “ANGEL?!!”
Gadis itu tersenyum. “BTW, Kamu mau nyuruh aku nangkring di luar selamanya nih?”
Aku segera membuka pagar. “Ma, maaf. Ayo masuk dulu”
“Ngga ah, aku disini aja. Cuma bentar aja kok” jawabnya cepat tanpa berfikir. Memangnya siapa tadi yang protes dibiarin di luar? “Kebetulan lewat rumahmu dan kebetulan kamunya ada di luar, jadi aku mampir bentar aja untuk menyapa. Ah sudah waktunya nih!” Angel melirik jam tangannya dan kembali mengenakan helm standarnya. 


“Memangnya kamu mau kemana lagi Gel?” tanyaku bersamaan dengan berbunyinya mesin motor.
“Beli makan siang. ya udah, assalamuaaikum”
“wa alaikum salam”
Dan secepat datangnya, secepat itu pula dia pergi.
Aku menutup pagar dan berjalan masuk kerumah sambil memikirkan tentang teman yang tak pernah kujumpai hampir 5 tahun setelah kelulusan kami dari SMP.
Aku dan Angel tidak begitu akrab, kami cuma sempat sekelas di kelas satu dan tiga. Kelompok tempat kami bergabung juga berbeda, dan diatas segalanya sifat kami berbeda.
Aku memang tidak begitu mengenalnya, tapi aku cukup banyak dengar tentang dia. Si cewek gaul yang sebisa mungkin tidak ingin kudekati. Dia egois, keras kepala, moody dan licik atau mungkin cerdas. Sebatas itu yang kutahu dari orang-orang disekitarku.
Aku benar-benar tidak cocok dengan orang seperti itu, karena itulah kami tidak bisa dan tidak akan pernah jadi teman.
Lagipula...
Aku menjatuhkan tubuhku diatas ranjang. Kututup mataku yang mulai panas, menyemarakkan rasa perih di yang ingin membuatku menangis..
Lagipula, tidak ada yang namanya teman sejati.

2 minggu kemudian
“Asslamualaikum... IBU PERIIII!!”
Aku segera berlari keluar dari kamar menuju ke garasi, membukakan pintu bagi orang yang memanggil nama julukanku saat SMP. Cuma satu orang di dunia ini yang memanggilku dengan sebutan itu.
“Angel... kok ngga call dulu kalau mau datang?”
Angel hanya tersenyum lalu menggandeng tanganku. “Temenin aku makan dong”. Well... aku suka makan, apalagi gratisan, hanya saja hari ini aku malas keluar. Tapi bagaikan bereaksi dengan ajakannya perutku bernyanyi “Kruyuuuuk” hilanglah segala jenis alasan untuk menolaknya.
Dan kini aku telah berada di warung empek-empek, duduk berdampingan dengan Angel.
Semenjak pertemuan tak terduga dua minggu yang lalu, Angel semakin sering berkunjung ke rumahku. Lebih tepatnya menjadikan rumahku basecamp sembari menunggu waktu kursus. Dan tanpa sadar aku dan dia sudah jadi akrab seperti sekarang.
Pertama aku melihatnya setelah sekian lama, semua sifat buruknya langsung terlihat. Memang sejak kejadian itu, ibu peri positive thingking sudah tidur selamanya, yang tersisa hanya Dwi dan dunia hitamnya. Aku bahkan terus mencurigai semua kebaikannya, karena aku tak bisa lagi mempercayai ketulusan.
Tapi...
“Teman itu untuk dimanfaatkan. Benar kan?”
Dengan mulut berisi empek-empek Angel nyengir. Dia menyeruput teh esnya lalu menjawab “Aku lebih suka nyebut take and give. Tetap harus ada perhitungan dunk! Walo ngga selalu berbentuk materi. Kasih sayang itu kan take and give juga. Nah karena ibu peri udah makan, sekarang temenin aku jalan! Take and give. hehehe”
Tanpa sadar aku tersenyum. Aku suka sekali kejujuran, karena semenyakitkan apapun kejujuran lebih baik daripada kebohongan yang menyelamatkan. Karena ketulusan tidak akan menyisakan celah untuk kebohongan.
Ibu peri di dalam diriku mulai menggeliat.

 Pontianak, 17-02-07
pn: ditulis untuk memperingati ultah angel yang ke-20 first hal, bagian keduanya ditulis oleh angel...