RSS

Pages

SENDIRI

Hari ini beruntun nasib buruk menghantamku...

Pertama di pagi hari saat aku pergi ke warnet untuk mendownload kamus, terjadi padam lampu dua kali...
Lalu sahabatku yang seharusnya ku kunjungi siang ini, fitri sakit. dari suaranya sepertinya demam kali ini lebih parah dari sebelumnya. Jadi terbayang fitri degan wajh lelahnya terkapar d lantai dengan wajahnya yang begitu mudah berubah warna menjadi merah. Aku ingin menjenguknya, tapi dia terlalu sakit untuk di jenguk. Setelah menelponnya, aku pulang ke rumah...

Hal yang paling aku tak sukai saat sampai di rumah adalah disambut kesunyian. aku sudah terbiasa dengan teriakan Masku dan radio non stopnya selama 24 jam. Walau aku pernah dibuat kesal selama setengah tahun mendengar radio Kenari dan lagu dangdutnya yang hanya berputar pada lagu, cecak rowo, lalu keong racun. Aku pernah sampai pada titik dimana aku ingin membom stasiun radio tak berdosa itu.

Tidak, kali ini aku tidak di sambut kesunyian, walau masku tersayang tidur nyenyak radio RRI Pro2 tetap menyiarkan berita siangnya. Aku duduk di depan komputerku sambil mendengarkan berita di radio dan saat itu aku mereview ulang yang kulakukan selama seminggu. Dan barulah aku sadar... selama satu minggu aku hanya berbicara dengan 2 orang diluar keluargaku dan dosenku.

Lalu aku melihat traffic blogku. sama saja... bahkan lebih buruk.

Apa yang sudah kulakukan selama ini? Berapa banyak teman baru yang kudapat? 0, nol, zero!! Aku tak mampu berkomunikasi dengan orang, itu yang aku sadari. dengan teman aku bisa terus berbicara, setidaknya saat SMA atau dengan teman sejak SMA. tapi belakangan aku sama sekali tidak bisa memulai sebuah pembicaraan. Aku selalu menghindar jika ada orang baru memulai pembicaraan. Apa aku sudah berubah jadi makhluk antisosial. apa aku sosial phobia?

Siang ini aku tak bisa menuliskan apapun ke dalam komputerku. Aku lelah bergulat dengan pemikiranku. Aku bergulat dengan kesendirianku.

Lalu mataku yang lelah menatap komputerseharian mendesakku untuk segera lelap. Ku pikir semua hal buruk akan lenyap begitu aku bangun. Tapi tidak, hal terburuk justru menantiku saat aku membuka mata...

Aku terbangun ketika matahari tak lagi menyengat karena teringat pesan mama untuk membeli tawas. Dengan nyawa yang belum terkumpul aku mengambil tasku dan mencari kunci yang seperti biasa nyelip entah dimana. Lalu terbersit perintah di otakku "Ah, aku harus menanyakan kabar fitri!"

Dan kabar buruk hari ini menghantamku...


Aku tak bsa menemukan Ha-Pe ku...
Ya, ini memang sudah biasa. Hapeku biasa bersembunyi entah dimana... Lalu aku meminjam Ha Pe Soni, adikku, untuk me miscall nomorku. Bukan kejadian yang langka. dan aku mendapatkan suara yang membuat darahku seketika berhenti mengalir.

Mail box....

Baterai HaPeku masih banyak, dan aku masih mengaktifkan Hapeku setelah menelpon Fitri... jadi...?

Aku tidak mengangis, aku tidak berteriak, aku juga tidak mematung berlama-lama. Dengan kunci motor di tangan aku kegarasi, menyalakan motor lalu pergi dan mencari tawas...

Satu warung, dua warung, tiga warung, sampai 5 warung dan satu toko kukunjungi tapi tak ada satupun  yang menjual tawas.Aku pulang dengan tangan kosong.

Lalu bagaimana dengan Hapeku???

Mungkin aku lari dari kenyataan... Tidak, bukan mungkin, tapi aku memang lari dari kenyataan. Kenyataan yang tidak mungkin kurahasiakan. Tapi aku sendiri. Kepada siapa aku harus berbagi?? Kurasa sebentar lagi aku jadi gila...

Kunyalakan komputer, ku connectkan modem 3 yang sedianya punya adikku lalu kutuliskan cerita ini.

Jumat, 17 maret 2011

2 komentar:

Fitri mengatakan...

lu kate gua udang apa mudah berubah warna jadi merah???

Flower's Blog mengatakan...

NGGA. lo mah kepiting...

Posting Komentar